Mungkin tak pernah terbayang kalo merayakan hari kemerdekaan di sebuah rumah sakit jiwa. Ide ini tercetus begitu saja dan ajaibnya terpilih secara aklamasi tanpa banyak komentar. Padahal sempat ada beberapa pilihan yang lebih "keren" sperti ke panti asuhan, ke panti jompo, naik gunung dan lainnya.
Jadinya pada 17 Agustus 2008 pagi ditengah awan gelap yang menggelantung di seantero pulau para Bali BaliBlogger bergegas dari pelataran parkir Sekertariat Kisara (Gedung PKBI Bali) menuju kota Bangli.
Kota Bangli yang sejuk pun baru saja diguyur hujan saat kami memasuki pelataran parkir RSJ Bangli, sambutan hangat diberikan oleh pimpinan rumah sakit ini. Setelah sedikit mendapatkan penjelasan singkat tentang kondisi rumah sakit dan penghuninya dari seorang direktur RSJ Bangli kami menyerahkan bantuan bagi rumah sakit sekaligus memulai agenda yang cukup banyak berubah karena kondisi yang tidak terduga.
Kegiatan diawali dengan mengunjungi semua zal yang ada sambil membagikan sekedar tali kasih dari kami semua. Kemudian dilanjutkan dengan pertandingan persahabatan dengan beberapa penghuni yang sudah diberikan keleluasan keluar ruangan.
Pertandiigan yang ada walo tidak semua dari yang direncakan namun cukup menghibur. Penampilan jamz sessionnya Animo Band (
http://www.animo-music.com/web) yang sungguh asik bertambah meriah dengan maju bernyanyinya dua penghuni wanita.
Lepas dari kemeriahan dan keakraban itu, kunjungan kami membuka mata bahwa ternyata mereka yang dirawat disana tidak pernah mendapatkan kunjungan dari kelompok masyarakat seperti komunitas BaliBlogger. Seolah-olah mereka terasingkan dari dunia luar. Bahkan kehadiran sebuah rumah sakit jiwa hanya akan diingat jika ada orang hilang ingatan tiba-tiba berbuat onar disebuah lingkungan.
Begitulah hidup...
ps : akan disambung dengan poto pindah tongkrongan ke landih ashram